Bagaimana Mendatangkan Income Dari Aset Anda Yang Selama Ini Mati?

 

Untuk mengorganisir, memanaj orang, memotivasi orang kita membutuhkan jiwa kepemimpinan. Tanpa jiwa kepemimpinan kita tidak bisa mengelola orang.

Untuk memperdayakan masyarakat, untuk membuat mereka berkembang dan untuk menanamkan kepedulian sosial kita membutuhkan Jiwa Sosial. Tanpa jiwa sosial pemberdayaan hanyalah pelaksanaan program kerja yang terasa kering.

Apakah betul demikian ?

Jika jawaban anda betul, maka sama halnya dengan…

Untuk mengeola uang, untuk mengelola aset (mesin, tanah, relasi, nama baik dll), dan untuk mengelola suatu keahlian agar jadi uang kita MEMERLUKAN JIWA BISNIS.

 

Kita mengenal kasus-kasus seperti ini

  • Ada pekerja professional yang bingung punya uang mau diapakan
  • ada teman yang memiliki tanah namun tidak terurus
  • ada relasi yang ahli dibidangnya namun puluhan tahun masih saja bekerja untuk orang lain.

Mungkin anda memiliki kegalauan seperti ini

  • “Saya punya tanah, tapi ga keurus dan ngga jadi uang. Sayang sebenernya. Tapi ya gimana, mau diapain lagi?”
  • “Saya punya uang di bank. Sebenernya sayang didiemin aja di Bank. Tapi mau diputer juga, dijadiin apa yaa?”
  • “Saya kerja di orang. Bos saya itu bisa banyak uang karena saya ahli ngejait. Mau sih bikin tailor sendiri, tapi ga tau gimana caranya dapet pesanan”

 

Barangkali anda memiliki kebingungan serupa, jika saya boleh memberi analisis mengapa aset anda tak mendatangkan income lebih adalah karena anda kurang memiliki jiwa bisnis. Mindset Bisnis. dan Prinsip Bisnis.

Meski sedikit, jiwa bisnis ini bisa membantu anda menemukan cara teknis mendapatkan income dari aset mati. (Atau lebih tepatnya aset yang anda biarkan sendiri untuk mati)

Jiwa bisnis ini akan menstimulus anda mendapatkan cara-cara yang awalnya tidak terpikir menjadi terpikir. Dari sinilah cara-cara teknis terwujud dan bisa dieksekusi.

Jiwa bisnis yang saya maksud disini tentu memiliki prinsip dasar yang menjadi keharusan bagi setiap praktisi bisnis. Berikut saya uraikan prinsip para pebisnis ulung.

 

Prinsip Praktisi Bisnis

Seperti politisi, praktisi bisnis pun memiliki prinsip profesi

Seperti lawyer, praktisi bisnis pun memiliki aturan aturan yang harus dijalani

Prisnip tersebut ialah

  1. Dapatkan keuntungan
  2. Jangan rugi

Inspirasi dari pebisnis untuk anda pemiliki aset

Prinsip diatas sejalan dengan karakter yang dimiliki oleh teman-teman saya dikomunitas praktisi bisnis. Mereka melakukan riset untuk hitung-hitungan, mereka meperhatikan detail dan merencanakan antisipasi kemungkinan terburuk. Jika mereka mangerjakan suatu projek harus ada profit didalamnya. Jika melaunching produk, harus terukur hitung-hitungan Breaak Event Poin (BEP) dan Return Of Invesment nya (ROI). Jika situasi memburuk, mereka mencari cara agar jangan sampe rugi. Biarkan Impas, tapi jangan Rugi.

Bagaimana dengan anda, pebisnis?

Apabila selama anda bermain dalam dunia bisnis, lalu anda sering rugi dibandingkan untung segera luangkan waktu untuk merenung. Evaluasi mindset dan prinsip anda dalam berbisnis. Lihat ada yang salah tidak. Ada yang setengah-setengah tidak.

Saya mulai menjalani dengan baik prinsip ini sejak akhir tahun 2015. Saat itu saya sangat kesal dengan kondisi yang saya hadapi. Saya bekerja keras, membuat planning, memberikan arahan dan tugas pada pegawai dan tentu melakukan controlling. Tapi kerugian kerap terjadi. Indikasi dari kerugian saya ialah, besar omzet namun besar juga pengeluaran. Sehingga profit kecil.

Setelah saya renungi. Saya pikir lagi. Saya buka data lagi. Saya cek lagi laporan keuangan. Dan Boom. Saya menjumpai ada kebijakan-kebijakan yang kurang tepat yang saya lakukan. Saya mebiarkan ketidak efesienan terjadi. Sehingga itu terjadi lagi. Lagi dan lagi. Kebocoran yang kecil namun banyak dan terus berulang tentu akan menghabiskan isi bejana.

Saya merenung dan bertanya

  • Apa hebatnya saya dalam situasi ini?
  • Apa yang bisa saya lakukan agar situasi membaik?
  • Apa yang saya lakukan dan tidak lakukan agar tidak terulang dikemudian hari?
  • Apa yang harus saya putuskan segera agar situasi menjadi lebih baik kini dan nanti?

Pertanyaan nomor satu saya jawab, mengalir ke jawaban kedua, terus terhubung ke jawaban ketiga dan pada jawaban ke empat saya menjawab “jangan mau rugi”

Prinsip ini saya terapkan di bulan berikutnya. Saya jaga dan selalu saya ingat “Dapatkan keuntungan. Kalau ga untung jangan sampe rugi”. Ini ada pada pikiran. Ini ditanam didalam mindset. Diingat setiap make decision.

Ditataran eksekusi saya melakukan hal hal berikut:

  • Tidak menerima pembayaran selain ke bank Mandiri (untuk alasan, suplayer saya banyak pakai bank mandiri. Sehingga saat melakukan pembayaran saya tidak kena biaya transfer antar bank”
  • Membeli dalam jumlah banyak untuk produk favorit (untuk alasan harga banyak lebih murah daripada harga eceran)
  • Jual stok diam dengan harga BEP ( untuk alasan agar tidak kehilangan modal)
  • Tidak mengabulkan pembelian yang tidak perlu-perlu amat
  • Mecatat setiap pengeluaran setiap hari

Sekarang saya selalu menerapkan prinsip ini. Dapatkan keuntungan dan jangan rugi. Saya pun coba meceritakan gagasan ini pada mitra dan rekanan yang berhubungan bisnis dengan saya. Saya berbagi pandangan pada mereka karena merasa kasihan, apabila mereka lagi dan lagi merugi.

Sekarang silahkan anda berdialog dengan diri, apakah selama ini anda banyak rugi ketimbang untung? Padahal anda sudah kerja keras.

Untuk Pemilik Aset

Apakah anda memiliki suatu aset. Sesuatu yang anda kira aset pada mulanya, namun ternyata tidak mendatangkan income sama sekali? Aset itu malah tak terawat sama sekali saat ini.

Apa yang akan anda lakukan untuk memperbaiki situasi tersebut?

 

Saran saya milikilah prinsip ini oleh anda. Meskipun anda seorang profesional, anda memiliki aset. Dapatkan Keuntunga dan Jangan Rugi. Kelola aset aset anda, jangan biarkan mati dan rusak.

 

Bagaimana jika saya tidak ada waktu mengelolanya?

Okey, saya faham. Anda tidak ada waktu. Waktu yang anda punya sudah habis untuk pekerjaan, rumah tangga dan aktivitas lainnya. Saya bantu tunjukan cara prinsip ini bekerja. Karena memang untuk itu saya membuat blog ini. To Show you, way to make more income.

Bagaimana jika anda tidak ada waktu? Tentu carany adalah Minta Orang lain Mengelolanya.

Begitulah jawaban teknis. Selalu simple,bukan? Namun hal teknis ini perlu prinsip yang kuat agar berjalan sesuai harapan. Kita ingat kembali prinsip para praktisi bisnis di atas

  • Dapatkan Keuntungan
  • Jangan Rugi

Anda delegasikan kepada orang lain untuk mengelola aset yang anda miliki. Pengelolaan aset dieksekusi oleh orang lain, namun menemukan orang yang mengelola aset, Anda yang harus mengeksekusi. Disini penerapan prinsip bisnis berjalan. Saat anda mencari pengelola dan melakukan dealing denganya. Begilah cara anda bermain

  • Pilih pengelola yang memiliki nilai 90-100 untuk sifat amanah. jangan bermain-main dan berspekulasi dengan orang yang anda tidak yakin dan memiliki track record tidak amanah
  • Pilih pengelola yang profesional dalam bekerja. Indikator professional misalnya
    • Sudah lama bergerak dibidangnya. Minimal 3-4 tahun. 3-4 tahun adalah waktu yang cukup baik untuk membuat seseorang tau seluk beluk suatu bidang.
    • Memiliki catatan portofolio yang baik. Portofolio ini bisa berupa perbandingan keberhasilan dan kegagalan yang biasa dia capai. Jika 80% portofolio positif bisa dikatakan dia professional
    • Jika anda menitipkan aset berupa uang, pengelola professional bisa dilihat jika dia merupakan seorang praktisi bisnis. Praktisi bisnis akan banyak sibuk dengan bisnis yang dijalani nya ketimbang hal lain diluar bisnis. Pointnya adalah, dia bekerja keras pada bisnisnya.
  • Membuat kesepakatan tertulis. Sekalipun dengan saudara, lakukan kesepakatan tertulis. Hal ini akan menjadikan pengelola lebih baik dalam kinerjanya mengelola aset anda. Karena saat saat pengelola hendak berlaku “malas” perjanjian tertulis ini yang bisa menjadi motivatornya.

 

Untuk Praktisi Bisnis

Apabila anda adalah praktisi bisnis atau seorang yang memiliki keahlian mengelola suatu aset (baik aset berupa tanah, mobil, motor, mesin dll), anda bisa mengambil pengetahuan tersebut. Fahami kondisi dan keinginan dari pemilik aset. Jika anda memiliki sesuatu yang baik, anda bisa memiliki kesepakatan dengan pemilik aset.

Saya sendiri menjalani hal tersebut. Sejak tahun 2012 (saat masih mahasiswa 😀 ) saya mengelola “uang diam” teman-teman saya. Dan saat ini januari 2017, saya sedang mengelola uang yang dititipkan oleh : Dosen, Perawat, Pegawai Bank Syariah, Pensiunan Perusahaan Nasional, Profesional Muda, Pegawai BUMN dan lain lain. Totalnya hampir 100 juta rupiah.

Kolaborasi antara pemilik aset dan pengelola merupakan kolaborasi yang baik. Asal…., satu sama lain menjalankan prisip bisnis. Jika prinsip bisnis dijalani, akan menjadi win win solution untuk semua. Sebaliknya, tanpa prinsip bisnis situasi kolaborasi akan suram dan income hilang entah kemana.

 

Millionare Mindset

Tulisan sesi Millionare mindset ini saya ambil dari seorang yang saya belajar kepadanya. Seorang praktisi bisnis sejati. Malang melintang di dunia bisnis. sudah merasakan jatuh bangun. Orang orang mengenalnya sebagai “Die Hard Entrepreneur”. Beliau memiliki bisnis di bidang Migas, EComers, Retail, Property dll. Beliau adalah Pa Mardigu WP

Tulisan ini penting kita baca agar kita memiliki cara pandang seorang millionare. berikut tulisannya

.

.

.

Dalam memutar roda selalu ada hal yang memberatkan. Sama juga dalam melakukan perubahan mindset ini. maka selain keyakinan keyakinan lingkungan yang mempengaruhi ada juga hal yang harus anda jaga setelah anda melakukan perubahan. Jika ini tidak dijaga anda akan kembali lagi menjadi anda yang lama.

Sebagaimana anda tahu, pandangan dan reaksi anda terhadap kejadian dalam hidup anda ditentukan oleh dasar-dasar pemikiran anda. Dasar pemikiran tersebut adalah keyakinan-keyakinan, pendapat-pendapat, dan kesimpulan-kesimpulan yang anda tarik sebagai masukan dari pengalaman yang anda terima sejak kecil.

Hal-hal tersebut yang membentuk self consept, seberapa anda yakin dengan anda, dan inilah Flosofi hidup anda. Semakin kukuh dasar pemikiran tersebut semakin yakin anda dengan “kebenarannya”. Pada akhirnya dasar inilah yang menjadi pengendali apapun yang anda lakukan, kerjakan dan rasakan.

Jika anda yakin anda adalah seorang yang penuh dengan talenta, dengan semangat, ramah dan populer, sehat dan kehidupan yang indah…dasar-dasar pemikiran ini lah yang akan membawa anda kepada penetapan sasaran hidup.

Jika anda belum memiliki template dasar tersebut, lakukan perubahan, pasang template dasar tersebut dalam diri anda. Lekukan seperti saya pernah lakukan dan terus saya lakukan. Ingat: yang penting bukan apa yang terjadi kepada anda didalam kehidupan ini tetapi bagaimana reaksi anda.

Juga bukan dari mana Asal anda tetapi Kemana tujuan anda dan bagaimana anda mencapainya. Sungguh tujuan anda hanya dibatasi oleh imaginasi anda. Karena imaginasi tak terbatas jadi tujuan anda sesungguhnya menjadi tak terbatas. Inilah dasar pemikiran dan keyakinan yang anda perlukan untuk menunjang potensi anda.

 

Dobrak Mitos

Sayangnya, terdapat berbagai mitos yang kita dengar selama kita tumbuh mnjadi dewasa. Mitos ini bisa menjadi PENYABOT harapan-harapan anda dalam meraih sukses, meraih kebahagiaan, dan kepuasan dikemudian hari.

Misalnya: Perasaan “anda kurang pintar”. Perasaan seperti ini adalah ddasar pemikiran yang menimbulkan rasa rendah diri dan tidak mampu. Anda berasumsi bahwa orang lain lebih mampu hanya karena merasa saat ini mereka berprestasi lebih baik dari anda.

Perasaan rendah diri ini menetap jauh di lubuk self consept.

Dari mana ide “anda kurang pintar” itu? Tentunya masa lalu anda memberi sumbangan terbesar. Bisa didapat dari orangtua yang kurang faham mendidik anda. Bisa didapat dari lingkungan. Anda yang sering diabaikan yang kurang mendapat perhatian yang kurang mendapat kepercayaan yang kurang mendapat waktu, sehingga anda mulai membentuk “keyakinan” anda yang kurang mampu. Itu mitos! Itu tidak benar. Sudahi sekarang juga!

Mulailah berbicara hal yang positif tentang anda, berulang ulang. Kata-kata yang paling berpengaruh dalam kosakata anda adalah kata-kata yang biasa anda katakan kepada diri anda sendiri dan kemudian anda yakini kebenarannya. Dialog dengan diri sendiri merupakan penentu 95% emosi anda.

Ingat, ketika anda berbicara dengan diri sendiri, otak anda menerima kata-kata sebagai perintah. Your wish is a command!

Pikiran tersebut menyebar keseluruh tubuh kemudian menyesuaikan dengan perilaku, citra diri, dan tindakan anda sesuai dan cocok dengan kata-kata anda.

Oleh karena itu, mulai sekarang anda berbicara dengan diri sendiri gunakan kata-kata yang sebenarnya anda inginkan TERJADI pada dalam diri anda. Kata-kata yang anda inginkan. Dengan bahasa lain: hindari mengatakan apa-apa tentang diri anda sesuatu yang tidak anda harapkan akan terjadi.

Katakan kata-kata hanya yang ingin terjadi dalam diri anda. Katakan dengan berulang-ulang kata-kata yang memberi pengaruh positif dalam diri anda. Ingat bahkan celetukan tentang hal diluar diri anda kembalinya ke anda. Jadi celetuk, komentar, opini, pendapat, berkata-kata dalm diskusi, dalam dialog…hanya yang akan membuat anda menjadi lebih baik. Mengeluh, curhat, sharing hanya yang baik.

Kata-kata:

  • saya bisa,
  • ini mudah, asyik,
  • fun,
  • saya yang terbaik,
  • ini milik saya,
  • dunia menyenangkan,

adalah sebuah program untuk dasar self concept anda. Lakukan mulai sekarang.*

*anda bisa membacanya disumber asli disini

***

Demikian hal yang bisa saya tuliskan untuk anda, jika mendapatkan inspirasi dan anda ingin bercerita maupun bertanya kontak saya disini

 

 

 

.

.

.

Muhamad Baskara

Your Network From Bandung

Please follow and like us:
0

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *