BASIC RULES of INCOME : PRINSIP SEGI EMPAT

Prinsip Segi Empat adalah aturan dasar dalam mengelola income/penghasilan.

Yaitu…
Berapapun income yang diterima, segera dibagi 4 sebagai berikut:
25% untuk kebutuhan
25% untuk tabungan
25% untuk bisnis
25% untuk berbagi/sedekah.

Kita uraikan satu persatu.

25% untuk kebutuhan.
Berprinsip bahwa hanya jumlah inilah yang bisa kita kelola untuk kebutuhan hidup.
Sesuaikan kebutuhan dengan nominal ini.
Sedisiplin mungkin.
Anggap saja hanya inilah uang yang bisa anda pakai.
Kebutuhan menyesuaikan keuangan. Jangan kebalik.
Disiplin di 25% ini, akan sangat memacu otak kanan anda aktif sehingga ‘mlethik’ menemukan ide-ide yang bisa menambah income.

25% untuk tabungan.
Tabungan ini dibagi 2 bagian lagi :
Separo ditabung kunci, alias benar-benar ditabung dan tidak diotak-atik kecuali sangat urgent. Berfungsi juga sebagai dana tastis.
Dan separonya lagi ditabung untuk ‘pertumbuhan diri’. Beli buku, ikut seminar atau pelatihan, berguru, dsb, gunakan uang ini. Kalau harga suatu kelas/buku/mentor kok melebihi budget ini, pending dulu, disiplin.

25% untuk bisnis.
Bagian ini juga dibagi 2 bagian lagi separo-separo.
Separo untuk investasi aset yang future value-nya cenderung selalu meningkat, yaitu tanah/properti, emas.
Kalau uang belum cukup, kumpulkan dulu dan tetap jangan diotak atik, disiplin niatkan bagian ini untuk investasi, tidak untuk yang lain.
Lalu separonya untuk berbisnis yang menghasilkan cash flow.
Dengan Rp100.000 pun anda sudah bisa memulai bisnis yang bisa hasilkan cash flow. Ingat prinsip bisnis yang penting ada margin. Anda beli barang harga 20ribu lalu dijual di harga 25ribu itu sudah berbisnis.
Mulailah dari apa yang ada saat ini, sekecil apapun, yang penting dimulai.

25% untuk berbagi/sedekah.
Bagian ini juga dibagi 2 bagian :
Separo untuk orangtua kita. Kalau orangtua sudah wafat, tetap sedekahkan dengan niat sedekah dari orangtua kita.
Separonya lagi baru dibagi untuk yang lain-lain.

Prinsip Segi Empat ini bisa dimulai dari berapapun income anda saat ini.
Ingat…biaya hidup itu murah….yang mahal adalah biaya ‘gaya hidup’.

Prinsip Segi Empat ini bahkan sudah bisa diajarkan pada anak-anak kita, dengan mengelola uang jajan mereka menggunakan prinsip ini.
Berlatih mengelola keuangan dan berlatih disiplin sejak dini.

Selanjutnya, bagaimana dengan yang masih punya utang konsumtif ?
Rumusnya menjadi sedikit berubah, yaitu menjadi “Segi Lima”.
Yaitu :
20% untuk kebutuhan
20% untuk tabungan
20% untuk bisnis
20% untuk berbagi/sedekah
20% untuk bayar utang

Walaupun anda masih punya utang, bukan berarti anda tidak memulai mengelola income.
Justru pengelolaan income ini menjadi alat bantu bagi siapapun yang masih terjebak utang, agar segera bangkit menata keuangan dan kehidupannya.

“Mulailah mengelola income dengan apapun kondisi anda saat ini”.

Semoga bermanfaat.

@vivityun

……………………….

Di Tulis Oleh : Vivit Yun 

Sumber : Klik Disini


Terdapat Ratusan Produk siap jual, menerima dropship dan reseller kunjungi bisnis saya disini www.nmfashionshop.com 

Rekanan Konveksi Kaos dg harga murah, kunjungi disini NM Clothing 

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *