Filosofi Business Man

Business Man


Menjadi Business Man merupakan impian banyak orang, termasuk saya. Tentunya Business Man yang sukses besar…

Untuk menjadi business man besar dengan karya dan manfaat luas tentu saya belajar tentang “APA?” Business Man itu. Hasil pembelajaran itu membawa saya pada Filosofi Foker Face. Sebuah sikap yang banyak dilalui oleh para business man besar.

Bisnis itu bukan apa yang dikerjakan, tapi siapa yang mengerjakan. Kalau kamu orangnya gampang baper, apapun bisnisnya bakal sulit maju.

Pebisnis gak boleh baperan. Kamu suka omongin orang saja, lupakan jadi pebisnis.

Eh si anu tuh begitu ya? Misalnya kamu memulai “membicarakan orang lain”. Siap-siap pebisnis di depanmu bilang..wah temennya aja di giniin bentar lagi gw nih!

Pebisnis adalah manusia bunglon. Bisa ikut arus, kuat lawan arus, kuat diam, kuat denger, ngotot terhadap kemauan, namun sabar didalam memetik (hasil). “swallow pride” mau menelan gengsi.

Kamu gengsian, kamu ngak sabaran, kamu kurang pandai mendengar, kamu ngomongnya melebar termasuk ke hal pribadi (termasuk tadi bergosip) itu sudah bagian dari ciri-ciri sulit sukses sebagai pebisnis.

Pebisnis mampu melakukan “poker face” wajah polos tak berekspresi terhadap hal negative, mimik wajah tanpa emosi, dan jangan tanya betapa sulitnya melakukan hal ini.

Poker face adalah ketrampilan yang didapat setelah melalui proses panjang. Ribuan jam kamu berhadapan dg para asshole, para kruk, para pejabat korup, para buaya politikus, para scam penipu, para broker pialang proyek, para pembawa map proposal, ribuan slide presentation, dan beragam sumber lalu lalang informasi, gossip, hoax dan fakta di depan mu.

“stay cool” di saat tertekan, “stay hungry” di saat makan. Sulit banget kan? Tapi anda harus bisa, anda pebisnis.

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *