Kopi dia Kurang Pait Boss

“Kopi dia kurang pait tuh Bas..,Mainnya kurang jauh, Keluar rumahnya kurang malem,!!!”

“Hahaha…, ia ya bang. siap siap” 

Begitu jawaban saya ke abang yang satu ini. Seorang asal medan yang sudah punya pengalaman cukup dalam di bidang sales and marketing untuk produk-produk edukasi. Kalau kita bertemu dengan orang yang udah pengalaman jauh diatas kita, jangan banyak bantah, apalagi yang dibahas adalah bidang nya. Meski bidangnya sama dengan kita tapi pengalaman kita jauh dibawah, tetep diem aja. Ikutin aja cara pikir dia. Selami dan nikmati sudut pandang dia yang pasti kita awalnya ngga punya.

 

Awal obrolan ini sebenernya saat saya call dia. Saya sedang memasarkan produk klien. Produk klien saya ini produk-produk yang perlu edukasi. Dan edukasinya pun harus langsung kepada usernya bukan kepada bagian purcsahing. Sedangkan dilapangan untuk bertemu user kita perlu bertemu purchasing terlebih dahulu. Umumnya begitu. Kenapa saya bilang umumnya begitu, karena dalam dunia marketing ini ngga ada yang baku. Semua sifat dan karakter trick trick marketing ini ngga ada yang baku, semuanya by in case dan sangat fleksibel. Inilah yang membuat abang saya dari medan ini bilang “Dia minum kopinnya kurang pait Basss” 😀

 

Dia itu siapa sih yang dimaksud abang medang ini?

Dia itu adalah informan saya. Pemain juga, sales juga dia. Saya tanya sama informan ini

“Bro gue mau ketemu Pa Anu punya kontak nya ngga?”

“Kontaknya que ngga punya Bas, lu lewat purcshaingnya aja dulu. Semua lewat situ. Kalau ke user langsung malah nanti masalah”

“Waah gitu ya,, ya udah makasih ya Bosss”

 

Dasar sifat saya ini pengen semua tervalidasi, ngga percaya satu sumber informasi, ngga mau langsung jalan tanpa data yang valid maka saya konfirm lah ke abang medan. Saya tanya betul ngga harus lewat purchasing buat edukasi user dan ternyata jawabannya ngga harus.

Dan yang peting diobrolan ini saya suka. Saya menemukan something good dari percakapan saya dengan abang medan ini.

“Kopi dia kurang pait tuh Bas..,Mainnya kurang jauh, Keluarnya rumah kurang malem,!!!”

kita semua tau kalau kalimat diatas itu sebuah metafora. Sebuah perumpamaan yang  mencoba menjelaskan sebuah peristiwa. Karena sifatnya metafora, maka dia akan mengaktifasi imajinasi di otak kita. Otak kita akan mencari asosiasi-asosiasi lain selain peristiwa yang dimaksud oleh abang medan ini. Misalnya saja, otak saya mulai membayangkan tentang skill Bloging dan SEO saya yang harus banya diasah, harus banyak latihan dan latihan. Saya jamin, begitupun dengan anda yang membaca tulisan ini,,,imajinasi anda sangat mungkin teraktivasi. Anda mulai membayangkan keterampilan-keterampilan yang belum anda latih lebih dalam. Karenanya..

“Kopi dia kurang pait”

Menjadi kalimat yang mengingatkan kita untuk terus gali lebih dalam, terus berlatih lebih banyak, terus praktek lebih sering agar kita mahir pada skill impian kita 🙂

 

Muhamad Baskara

20 Mei 2018 

Jakarta Barat


Membutuhkan Genteng Jatiwangi? Klik disini > Genteng Jatiwangi

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *