Mengenal Teknik Metafora Dalam Mempengaruhi

MOTIVASI UNTUK SUKSES : Mengenal Teknik Metafora Dalam Mempengaruhi

Apakah Anda pernah mendengar seseorang mengatakan “saya pusing sampe kaya mau pecah!”?

Atau mendengar “politik itu kotor, untuk bersih bersih kita harus siap kotor” pernah?

Itulah sebuah metafora..
Apakah anda pun memiliki metafora yg sering anda katakan?
Coba tulis dan perhatikan, metafora seperti apa yang anda gunakan.
Sebab secara psikologis metafora yg sering kita gunakan akan menentukan sikap yang kita pilih (Antony Robbins-Ahli Psikologi. Sekali ikut seminarnya tiketnya seharga 100juta)

Bagaimana Metafora sangat besar mempengaruhi sikap kita?
Metafora yg digunakan akan memupuk keyakinan pada alam bawah sadar kita. Setelah tertanam kuat dalam bawah sadar, maka bagian saraf dalam otak kita yg berfungsi memutuskan pilihan akan mengikuti metafora tersebut.

Misalnya orang yang memiliki metafora “politik itu kotor, untuk bersih bersih kita harus siap kotor” akan memiliki banyak argumentasi saat berdebat dengan orang yang tidak suka politik. Dan saat dia dicaci, dia berkeyakinan “saya sedang bersih-bersih” dan keyakinan ini yang membuat pilihan dia tetap berada pada dunia politik.

Contoh lain misalnya, seseorang memiliki metafora “saat mendaki kita merasa berat, sebab kita sedang menuju yang lebih tinggi. seperti itu pula hidup ini”.

Orang yang memiliki metafora seperti ini akan lebih lama bertahan dalam menghadapi masalah hidup. Dia memiliki keyakinan yang terus dipupuk setiap kali dia mengulangi metafora tersebut.

Pengetahuan dasar ini yang akan kita gunakan untuk mempengaruhi orang.

Memang benar ada pepatah yang mengatakan

“mengenal diri sendiri adalah bekal mempengaruhi orang”.

Setiap orang akan memiliki metafora dalam kehidupannya. Dan metafora ini lah yan mencerminkan keyakinan yang ada pada dirinya. 

Saat anda hendak mempengaruhi orang, perhatikanlah ucapan dia adakah metafora yang dia ungkapkan. Jika ada, apakah metafora yang dia buat negatif atau positif. Jika metafora mereka negatif, pengaruhi dia dengan memberikan metafora yang positif.

Suatu hari Anthony Robbins sedang rapat dengan rekan bisnisnya. Saat itu mereka sedang berada pada masalah yang cukup berat. Salah satu rekan bisnis Anthony mengatakan “Aku seperti berada di ujung tembok buntu dengan todongan pistol di kepala ku. Sungguh aku berada pada masalah besar”. Anthony mengerti rekannya ini sedang berada pada emosi negatif. Ini terlihat dari metafora yang dia ucapkan. 

Memiliki emosi negatif ketika menghadapi masalah tentu bukan kondisi yang baik. Dalam menghadapi masalah kita memerlukan pemikiran yang jernih dan emosi yang baik. 

Anthony dengan teknik sederhana mempengaruhi rekannya dengan mengatakan “Pistol airnya warna hijau atau warna pink!?”. Seketika rekannya melongo  mendengar pertanyaa tersebut, dan semua orang dalam ruangan itu tertawa. 

Teknik sederhana ini dinamai mengubah metafora. 

Sudah faham?

Kini mari kita lebih terperinci dengan kondisi-kondisi yang mungkin orang hadapi dan anda ingin mempengaruhinya.

Rasa Frustasi

Rasa frustasi merupakan emosi negatif yang sering orang hadapi, bahkan diri kita sendiri bukan? misalnya mereka mengatakan

  • “kepala ku seperti mau pecah”
  • “aku ada dijalan buntu”
  • “tidak bisa ku terobos tembok itu”
  • “aku sudah habis akal”
  • “aku melayan-layang diudara”
  • “seperti membawa beban berat dipundakku”
  • “jalan macet ini seperti neraka”

saat kita menyadari orang terdekat kita mengalami rasa frustasi bantu mereka agar berada pada emosi yang lebih baik dan jernih. Kita bisa mengatakan kepada mereka

  • “kepalamu terbuat dari batu,perlu ribuan pukulan untuk pecah. Ini masih ratusan.”
  • “Aku melihat belokan disebalah sini”
  • “Coba kau loncati saja temboknya” 
  • “Mari kita keluar mencari akal”
  • “Jangan lama lama kau melayang, segera turun”
  • “Sini aku bantu beban mu. Kita taruh dimana beban ini?”
  • “Setelah lampu merah ini akan ada Surga”

Tidak Percaya Diri

Rasa percaya diri merupakan bekal yang selalui dimiliki oleh orang-orang sukses. Mereka senantiasa memupuk kepercayaan dirinya. Sebaliknya dengan orang-orang biasa, mereka tidak memiliki rasa percaya diri yang kuat bahkan mereka sering “membunuh” kekuatan dirinya sendiri dengan mengatakan

  • “Aku mah apa atuh, cuma butiran debu”
  • “Aku mah segini gini nya, yang lain mah hebat”
  • “ibarat punguk merindukan bulan, aku punguk dia bulan”
  • “ibaratnya makanan, aku mah cuma kerupuk. Cuma sebagai pelengkap aja di rapat juga”

Bagaimana penilaian anda pada orang yang mengatakan demikian?

tentu sangat kasian tapi juga enggan memberikan pekerjaan, ya?

Semua dunia kerja memerlukan orang yang memjiliki rasa percaya diri. Karena jika tidak percaya diri, bagaimana dia akan mampu mengomunikasikan keunggulan sebuah produk. Produk akan sulit terjual apabila tim penjualan ragu dan takut-takut menyampaikan keunggulan produk perusahaan.

Misalnya juga bloger seperti saya, malu-malu untuk menyampaikan wawasan dan pengalaman yang dimiliki. Enggan menulis karena tidak percaya diri dan takut dihina orang, maka saya tidak akan pernah memiliki karya dan dikenal dunia. Rasa percaya itu harus kita miliki. Harus…

Setelah kita memiliki rasa percaya diri yang baik kita tengok, apakah anak, adik, saudara atau pegawai kita tidak memiliki rasa percaya diri yang baik juga?

jika tidak, saatnya anda sebagai orang yang mengetahui teknik sederha ini memberikan mereka stimulus positif. Pengaruhi mereka dengan memberikan metafora positif. Sampaikan pada mereka tentang:

  • kisah david and guliat. dimana pertempuran tidak seimbang antara kelompok kecil dengan kelompok besar dimenangkan oleh kelompok kecil. Meski saat ini kita kecil, kita adalah david si cerdik.
  • pendaki gunung jatuh bukan karena batu besar, tapi karena kerikil yang tidak mereka perhatikan. 
  • “kita adalah juara dari perlombaan besar. Kita menang melawan jutaan sel sperma lainnya. kita bukan orang biasa, kita mewarisi darah para pemenang”
  • “Sedikit demi sedikit lama lama jadi bukit, perusahaan kita kecil namun sedang berkembang. Sedikit sedikit kita tumbuh seperti Android mengalahkan Nokia”

Mereka membutuhkan stimulus dari anda untuk percaya diri. Gunakanlah teknik sederhana ini. Ubah metafora mereka.

.

.

.

Have a nice day


BACA JUGA MOTIVASI SUKSES BISNIS : CRÈME DE LA CREME

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *