SALAH BACA SIMBOL

SALAH BACA SIMBOL
.
.
.

Baru baru ini viral postingan seseorang tentang perbandingan kursi bioskop film Hanun & Rais dengan Film A Man Call Ahok. Orang ini menuliskan jumlah penonton film A Man Call Ahok kalah dibandingkan Film Hanum & Rais. Kalah dari mana? Dari melihat kursi berwarna Hijau dan Merah.

Setelah viral netizen pun mengomentari, bahwa orang ini salah faham. Seharusnya nya cara bacanya adalah
-Hijau kursi tersedia
-Merah kursi sudah terisi
Yang Artinya, Film A Man Call Ahok Justru lebih banyak dari film Hanum & Rais

Eng ing eng, dia pun dibully abis abisan dan ternyata bukan hanya dia yg dibuly, tapi film Hanum & Rais pun ikut dibully.


Peristiwa ini membuat saya teringat akan tiga aturan orang dewasa yang kadang tidak dipahami banyak orang.

1. Orang dewasa menyampaikan pesan secara tersirat. Mereka punya kode kode dalam menyampaikan pesan. Ada simbol yang mereka pakai untuk menjelaskan pesan kepada orang lain.

Hal ini memang cukup menyebalkan, tapi begitulah realitanya. Kita harus mampu membaca kode dan simbol2 saat berkomunikasi dan menjalin hubungan dengan orang lain. Dan jika salah membaca ada resiko yang mungkin diterima. Misalnya saja seperti orang yg viral soal film diatas. Akhirnya malu sendiri.

Inilah sebabnya ada orang didunia kerja dikatakan cerdas, polos dan bodoh. Orang cerdas bisa faham pesan tersirat, orang polos harus selalu tersurat. Sedangkan orang bodoh, sudah dijelaskan tersurat masih ga faham juga.

 

2. Pada siapa afiliasi politik anda, ikut menjadi faktor seperti apa anda dinilai.
Bagian ini perlu difahami pelan pelan. Mohon anda baca perlahan dan diulang 2-3 kali. Tolong konsentrasi membaca tuliasan pada bagian ini.

Pada siapa afiliasi politik anda, adalah hal yang sangat ingin diketahui oleh Bos, HRD, Konsumen hingga Guru anda. Dan saat mengetahui nya, mereka sudah memberi nilai tentang diri anda. Entah +1 atau -1. Tergantung siapa afiliasi anda.

Tapi saat anda mengekspresikan afiliasi politik anda, anda akan sangat disoroti. Semua mata melihat anda. Mereka menilai anda +50 atau -50. Bahkan bisa lebih. Itulah mengapa orang yg terjun di dunia politik, hilang sebagian besar temannya lalu mendapatkan sebagian besar teman baru.

Afiliasi politik anda pada siapa itu tak jadi masalah, yg jadi masalah adalah cara anda mengekspresikan afiliasi politik anda. Apakah dengan menghujat pihak lain, atau memuji afiliasi anda. Dari cara itulah orang dewasa menilai anda.

 

3. Cara pertama kali yg anda pakai untuk menangani konflik, menjadi nilai seberapa tinggi level anda.

Ada yg menangani konflik dengan ribut fisik.
Ada yg menangani konflik dengan adu mulut.
Ada yg menangani konflik dengan senyum lalu “menusuk”.
Ada yg menangani konflik dengan diam lalu exit.
Ada yg menangani konflik dengan kopi dan mediasi.

Semua cara itu menjadi simbol, siapa anda. Dan apakah ok berbisnis dengan anda?

 

Akhir kata, peristiwa baru selalu datang dan pergi. Untungnya kita bisa belajar wisdom yg ada dibaliknya…

.

.

.

Have a nice day 

Muhamad Baskara

a.k.a Abbas

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *